surat edaran garuda indonesia

Surat Edaran Garuda Indonesia VS Perusahaan Lainnya

Berita Serba-Serbi

Surat edaran lazimnya diterbitkan oleh sebuah institusi atau lembaga dalam rangka memberikan arahan dan anjuran, himbauan, larangan juga segala bentuk kegiatan sosialiasi aturan kelembagaan lainnya. Surat edaran sendiri, bersifat resmi dan kadang mengikat bila yang mengeluarkan adalah lembaga atau pejabat pemerintahan.

Pun demikian dengan perusahaan, setelah sebuah surat edaran diterbitkan, maka pengguna jasa maupun pelanggan wajib mentaati isi pada surat edaran tersebut. Bila yang dikeluarkan adalah larangan, tentu saja segala bentuk kegiatan yang dilarang tak lagi bisa dilakukan dengan bebas dan leluasa. Belakangan, santer pemberitaan dari Garuda Indonesia. Maskapai BUMN ini mengunggah surat edaran yang isinya larangan melakukan swafoto (selfie) selama penumpang berada di pesawat atau berada dalam kegiatan penerbangan.

Tujuannya tentu saja untuk menjamin upaya menjaga keselamatan penerbangan agar jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun tampaknya, upaya dari maskapai milik pemerintah ini menuai berbagai macam reaksi dari netizen Indonesia yang dikenal sangat aktif saat muncul fenomena tertentu. Artikel kali ini mencoba merangkum beberapa surat edaran konyol yang dirilis resmi oleh perusahaan tertentu dan seolah menjadi satire untuk surat edaran yang diterbitkan PT Garuda Indonesia.

Ikuti Jejak Garuda Indonesia, Perusahaan ini “Resmi” Rilis Surat Edaran Banyolan

Entah apa maksudnya, selepas Garuda Indonesia menerbitkan surat edaran, beberapa perusahaan berikut juga resmi rilis surat edaran. Isinya bermacam, tapi tampaknya ada semacam fenomena satire yang terjadi selepas terbitnya surat edaran dari maskapai Garuda. Berikut ini adalah beberapa petikannya.

  1. Surat Edaran mBanyol a la Sang Pisang

Kaesang Pangarep adalah anak terakhir dari Presiden RI yang juga mengelola beberapa usaha. Salah satu usaha yang dirintis oleh bungsu dari 3 bersaudara ini diberi nama Sang Pisang, sebuah usaha kuliner dengan menu andalan olahan pisang goreng beraneka varian. Belakangan, Sang Pisang menerbitkan sebuah surat edaran yang berisi beberapa poin larangan yang salah satu isinya cukup menggelitik dan berbunyi:

Tidak diperbolehkan mendatangi outlet Sang Pisang hanya untuk berswafoto tanpa membeli apapun”. Dan tak hanya satu poin larangan itu saja, masih ada beberapa poin larangan lain yang kesemuanya terbilang nyeleneh.

Baca juga : Tiga Negara dengan Militer Terkuat di Dunia

  1. Himbauan Grab yang Mengocok Perut

Selain outlet pisang goreng milik Kaesang, perusahaan aplikasi ojek online yang punya basis pengguna besar yaitu Grab, juga turut menerbitkan himbauan konyol lainnya.

Himbauan itu berbunyi:

”Kamu boleh selfie dan/atau boomerang di GrabCar untuk diposting di instastories, (dan ditambah) caption,’dianter abang Grab mulu, kapan dianter kamu?” Akibat surat edaran konyol ini pun sukses melambungkan tagar #NaikkanGajiAdminTwitterGrab di trending topic Twitter selama beberapa waktu.

  1. Anjuran Sukro yang Bikin Menahan Tawa

Kacang Sukro adalah merk keluaran produsen Dua Kelinci yang sudah sangat terkenal dan diminati. Tak mau kalah dengan dua perusahaan lainnya, Sukro juga mengeluarkan anjuran untuk mengkonsumsi kacang Sukro namun dengan cara yang kocak.

Anjuran yang isinya memberikan kebebasan tentang cara mengkonsumsi kacang berbalut tepung crispy berwarna putih tersebut terbilang kreatif. Ini karena admin kacang Sukro juga membebaskan konsumen untuk mengkonsumsinya sambil “joget” atau bahkan “main tik-tok” sekalipun.

Tapi yang lebih konyol lagi, konsumen disarankan untuk tidak melakukkannya waktu berada di rumah Pak RT. Karena ngapain, iya memang ngapain juga makan Sukro sambil joget-joget di rumah Pak RT.

Itulah tadi isi dari beberapa surat edaran yang dirilis melalui media sosial. Terlepas dari pro kontra surat edaran maskapai Garuda. Perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan momentum sejenis sebenarnya cukup peka membaca atensi publik untuk mengenjot pemasaran produknya.

Tentu saja karena setiap anjuran, himbauan serta larangan yang dikeluarkan semata-mata hanya sebagai tujuan intermezzo atau mendapatkan perhatian publik dan bukan berkaitan langsung dengan fenomena surat edaran Garuda Indonesia yang sempat ramai diberitakan.